jump to navigation

Oleh-oleh dari US 27 July 2010

Posted by yesuaiwo in Petikan pikiran.
trackback



Saya baru aja balik dari trip semi-backpacking di US dari tanggal 10-27 Juli 2010. Dari perjalanan ini (dan perjalanan-perjalanan petualangan sebelumnya), salah satu hal yang sangat terasa bagi saya adalah tentang penyertaan dan perlindungan Tuhan. Melalui tulisan ini saya ingin mendaftarkan semampu saya, hal-hal “semi-ajaib” yang terjadi selama dalam perjalanan yang dalam iman saya yakini sebagai inisiatif Tuhan yang melindungi dan menyertai saya. Saya harus tulis “dalam iman” karena mungkin bagi orang lain, hal-hal ini hanya kebetulan semata, atau saya tarik-tarik hubungannya. Tapi melalui kacamata iman, saya maknai hal-hal tersebut dengan berbeda.

  1. Bacaan Alkitab saat teduh saya di pagi tanggal 10 Juli 2010 kalau tidak salah adalah dari 1 Raja-Raja 13. Entah kenapa, kata “perhentian” atau yang dalam versi Inggris dipakai kata “rest” berbicara kuat pada saya. Memang sangat keluar dari konteks perikopnya, tapi saya merasa Tuhan berjanji untuk memberikan saya istirahat selama di US. Hal ini berlatar-belakang pada fakta bahwa saya termasuk orang yang susah tidur, sehingga saya khawatir kalau sampai di US tidak bisa istirahat dengan cukup dan malah sakit. Nah, secara umum ternyata Tuhan penuhi janji-Nya ini. Saya relatif bisa tidur dengan nyenyak setiap malam. Termasuk di pesawat! Memang ini didukung oleh tubuh saya yang biasanya sangat lelah setelah seharian beraktivitas atau berjalan jauh dan bahwa saya membawa sumbat telinga yang biasa dipakai di pabrik-pabrik J Tapi bagaimanapun penjelasannya, realitanya adalah bahwa saya diberkati dengan istirahat yang cukup baik selama perjalanan, sesuai janji-Nya.
  2. Saya tiba di Chicago hari Sabtu tanggal 11 Juli 2010 sehingga Adi bisa full-service menjemput dan mengantar-antar saya ke mana-mana. Terus terbang ke Washington DC jg pas hari Sabtu, sehingga pesawatnya tidak terlalu penuh.
  3. Tiba di Boston pas hari Senin, sehingga Kak Budi dan Ci Lidya bisa fulltime nemenin saya keliling Boston di hari itu.
  4. Berangkat ke Cape Cod pas Ci Hayde kerja di hari pertama, shiftnya masih yang normal, sehingga bisa bareng ke Cape Cod dari Boston. Coba kalau ke Cape Codnya sehari lebih awal, Ci Hayde belum kerja, akan repot. Kalau sehari telat, Ci Hayde uda kena shift sore, jadi malah ga bisa ketemu.
  5. Ke Washington DC pas hari Sabtu sehingga bisa masuk ke Capitol building, kalau hari Minggu itu gedung ga boleh dimasukin.
  6. Ketemu Adi, Irene, Riadi, Eka, dkk. yang sangat-sangat hospitable. Bahkan sempat diajak rayain ultah teman gereja mereka. Padahal sebelumnya sama sekali ga kenal mereka, luar biasa!
  7. Ketemu Louis yang kebetulan waktu tanggal 11 Juli 2010 pas nginap di tempat Adi sehingga ketemu saya dan terus ngenalin dengan Eka, anak Purdue yang terus ngebantuin saya dengan luar biasa selama di Purdue. Kok ya bisa-bisanya tapi bisa pas ketemu Louis itu?!
  8. Check-in di hostel di Washington barengan ama 1 cewe dari Turki sehingga tahu bahwa kita bisa masuk ke Capitol building. Abis itu ga pernah ketemu ama itu orang lagi.
  9. Sempet dengan ceroboh ninggalin duit dan paspor di meja resepsionis di hostel di NY. Syukurlah stafnya, Andres namanya, sangat jujur. Sehingga baik uang maupun paspor balik dengan utuh.
  10. Tidak sakit sama sekali (kecuali agak pusing pas di Cape Cod) selama di US.
  11. Terhindar dari kejahatan. Cuma ada 2 situasi yang sempet bikin serem. Pertama di bus Greyhound dari Purdue ke Chicago, penumpangnya pada nyeremin. Kedua waktu di NYC, sempet didatangin orang yang kayanya mau nipu di train station menuju airport, untungnya berhasil lewat begitu aja.
  12. Cuaca yang mayoritas sangat baik.
  13. Bus yang saya naikin dari Washington ke NYC entah kenapa sempat ditahan polisi lalu-lintas selama hampir 1 jam. Padahal saya harus ngejar bus lanjutan dari NYC ke Boston. Untung delay itu tidak membuat saya sampai terlambat.
  14. Bus yang saya tumpangi dari NYC ke Boston sempat ada masalah dengan ACnya, sehingga akhirnya harus ganti bus. Untung tidak masalah jg.
  15. Saat teduh pagi saya di San Fransisco somehow mengingatkan bahwa saya adalah hamba Allah yang harus memuliakan Allah. Pesan ini bergaung sangat kencang ketika saya melihat keindahan alam di daerah sekitar Golden Gate Bridge yang sangat luar biasa sekali!
  16. Makanan yang somehow bisa dapat di waktu yang tepat dan tempat yang tepat.
  17. Di Washington saya tiba hari Sabtu. Waktu jalan2 ketemu New York Avenue Presbyterian Church sehingga saya hari Minggunya bisa ke gereja. Tadinya padahal ga kepikir gimana bisa ke gereja di situ. Saya sangat enjoy kebaktian di situ juga :)

Kayanya segini dulu yah. Kalau masih ada yang tiba-tiba terpikir, saya akan tambahkan terus.

Akhir kata, terima kasih, Tuhan. Engkau terlalu baik bagi saya.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.