Penderitaan dan Persatuan 21 March 2010
Posted by yesuaiwo in Renungan.trackback
Kotbah di GPBB hari ini diambil dari Yohanes 17 dan bertemakan tentang persatuan umat percaya.
Ayat 22 menarik perhatian saya secara khusus. Di situ Yesus mengatakan bahwa supaya umat percaya bisa menjadi satu, Dia telah memberikan kemuliaan bagi kita, sama seperti kemuliaan yang telah Bapa berikan kepada-Nya. Saya bertanya-tanya apa makna “kemuliaan” di sini? Apakah jenis kemuliaan yang biasa kita pikirkan, yaitu yang berhubungan erat dengan keagungan seorang raja atau Allah? Ataukah jenis kemuliaan khas Yohanes yang berhubungan erat dengan penderitaan Yesus di salib (lihat Yohanes 17:1)?
Kalau melihat bahwa ayat 22 ini ada di Yohanes 17, harusnya “kemuliaan” di situ juga sama dengan yang ada di ayat 1 ya? Yaitu kemuliaan yang erat dengan penderitaan, bukan (hanya) dengan keagungan. Dengan kata lain, ayat 22 bisa dibaca bahwa Yesus mengatakan kalau Dia sudah memberi kita keistimewaan untuk ikut menderita bersama Dia dan dari situ Gereja akan bersatu.
Kalau kita pikirkan, bukankah ini faktanya? Ketika Gereja mengalami penderitaan (terutama penderitaan fisik), biasanya umat percaya akan bersatu. Dan ketika Gereja nyaman, maka seringkali timbul perpecahan. Maka tantangannya, bagaimana kita bisa tetap bersatu meski tidak sedang dianiaya secara fisik? Mungkin jawabannya adalah di dalam kesadaran bahwa meski kita tidak sedang menderita secara fisik, secara spiritual penderitaan kita tidak pernah berhenti sampai Yesus datang kembali. Dan penderitaan spiritual ini cukup kuat untuk menjadi dasar bagi seluruh umat percaya bergandengan tangan bersama, bersatu menjadi saksi bagi Tuhan Yesus, juruselamat kita dan dunia.
Comments»
No comments yet — be the first.