jump to navigation

Pembunuh Tidak Sengaja 23 March 2010

Posted by yesuaiwo in Renungan.
1 comment so far

Tadi pagi saat teduh saya diambil dari Bilangan 35. Isinya tentang kota-kota perlindungan untuk orang-orang yang secara tidak sengaja membunuh orang lain. Akibatnya mungkin akan ada orang yang ingin membalas dendam kepada mereka. Orang-orang yang membunuh secara tidak sengaja ini kemudian disuruh Tuhan untuk lari ke kota perlindungan dan di sana nyawanya akan terpelihara.

Tapi kalau dipikir, kasihan ya orang-orang ini? Mereka tidak berniat jahat, hanya lagi sial sehingga secara tidak sengaja mematikan orang lain. Karena itu, hidupnya terus berubah total karena dia jadi harus ngungsi ke kota perlindungan. Terus baru bisa keluar dengan aman setelah imam besarnya ganti pula. Dengan kata lain, harus nunggu intervensi ilahi untuk hidupnya bisa pulih!

Tapi terus saya jadi inget ayat dari Pengkotbah 3:24-26. Bahwa adalah baik untuk menantikan pertolongan TUHAN. Persis seperti yang dialami oleh si pembunuh yang tidak sengaja itu.

Nah, sekarang kalau kita yang mengalami itu, gimana rasanya? Kita tidak tahu apa-apa, tapi Tuhan ijinkan kita untuk sial kena masalah. Akibatnya hidup kita berubah (atau malah berantakan) dan tidak ada jalan keluar selain dari menunggu pertolongan ilahi. Mengerikan ya >.<

Penderitaan dan Persatuan 21 March 2010

Posted by yesuaiwo in Renungan.
add a comment

Kotbah di GPBB hari ini diambil dari Yohanes 17 dan bertemakan tentang persatuan umat percaya.

Ayat 22 menarik perhatian saya secara khusus. Di situ Yesus mengatakan bahwa supaya umat percaya bisa menjadi satu, Dia telah memberikan kemuliaan bagi kita, sama seperti kemuliaan yang telah Bapa berikan kepada-Nya. Saya bertanya-tanya apa makna “kemuliaan” di sini? Apakah jenis kemuliaan yang biasa kita pikirkan, yaitu yang berhubungan erat dengan keagungan seorang raja atau Allah? Ataukah jenis kemuliaan khas Yohanes yang berhubungan erat dengan penderitaan Yesus di salib (lihat Yohanes 17:1)?

Kalau melihat bahwa ayat 22 ini ada di Yohanes 17, harusnya “kemuliaan” di situ juga sama dengan yang ada di ayat 1 ya? Yaitu kemuliaan yang erat dengan penderitaan, bukan (hanya) dengan keagungan. Dengan kata lain, ayat 22 bisa dibaca bahwa Yesus mengatakan kalau Dia sudah memberi kita keistimewaan untuk ikut menderita bersama Dia dan dari situ Gereja akan bersatu.

Kalau kita pikirkan, bukankah ini faktanya? Ketika Gereja mengalami penderitaan (terutama penderitaan fisik), biasanya umat percaya akan bersatu. Dan ketika Gereja nyaman, maka seringkali timbul perpecahan. Maka tantangannya, bagaimana kita bisa tetap bersatu meski tidak sedang dianiaya secara fisik? Mungkin jawabannya adalah di dalam kesadaran bahwa meski kita tidak sedang menderita secara fisik, secara spiritual penderitaan kita tidak pernah berhenti sampai Yesus datang kembali. Dan penderitaan spiritual ini cukup kuat untuk menjadi dasar bagi seluruh umat percaya bergandengan tangan bersama, bersatu menjadi saksi bagi Tuhan Yesus, juruselamat kita dan dunia.

Janji Yang Tergenapi 18 March 2010

Posted by yesuaiwo in Petikan pikiran.
add a comment

Pagi ini saat teduh saya berdasarkan Bilangan 27:1-11.

Saya merasa Tuhan berkata melalui firman-Nya tersebut bahwa masalah apapun yang terjadi pada saya, itu sudah seijin Dia (kalau bukan berasal dari rencana-Nya). Sehingga Dia berjanji bahwa saya pasti akan menemukan solusinya. Secara spesifik ini saya hubungkan dengan masalah yang saya hadapi dalam kerjaan saya. Sudah berminggu-minggu saya bingung dengan lubrication method prototype saya. Firman Tuhan ini seakan berbicara bahwa saya pasti akan bisa menemukan solusinya.

Terus tadi sore saya rapat dengan Prof. Ooi. Saya agak skeptis akan hasilnya karena paginya saya sempat coba-coba solve problem ini lagi dan tidak bisa-bisa juga. Tapi di meeting itu, Prof. Ooi mengusulkan sesuatu yang ternyata beneran berhasil solve problemnya! Lubrication method saya, meski belum benar2 kelar, tapi sudah menemukan titik terang!

Setelah rapat itu selesai, di perjalanan pulang saya teringat akan janji Tuhan di saat teduh saya. Dan Dia telah menggenapi janji-Nya! Terpujilah nama TUHAN!

Doa Yang Terkabul 4 March 2010

Posted by yesuaiwo in Petikan pikiran.
add a comment

Dalam 2 hari terakhir, ada 2 doa sederhana saya yang dikabulkan Tuhan secara langsung.

Yang pertama, kemarin waktu saya lagi meeting sama supervisor PhD saya, dia sakit perut. Memang lambungnya sudah kacau dan dia sudah sakit perut begitu selama lebih dari 1 minggu. Tapi kemarin dia sebegitu kesakitannya waktu kami meeting. Saya bisikkan sebuah doa di dalam hati, minta Tuhan untuk menyembuhkan dia. Terus beberapa menit kemudian, seorang anak FYP masuk ke ruangan dan dia lihat muka Prof. Ooi sangat pucat. Maka anak ini menawarkan untuk membelikan makanan. Supervisor saya pun minta tolong untuk dibelikan dari kantin. Dan setelah ia makan, perutnya langsung sembuh. Sakitnya hilang! Kebetulan? Bisa saja, tapi saya percaya Tuhan yang menyembuhkan dia. Doa saya terkabul.

Yang kedua, hari ini ada 1 teman saya yang kehilangan kartu kamar dan kartu EZlinknya. Hilangnya di mall pula! Gimana bisa ketemunya?! Saya pun lagi-lagi berdoa dalam hati supaya teman saya itu bisa menemukan kartu2nya tersebut. Sekitar 10 menit kemudian, doa saya itu pun terkabul! Teman saya mengirimkan SMS mengatakan bahwa kartunya sudah ketemu!

Tuhan memang masih mendengarkan doa-doa kita dan mengabulkannya sesuai kasih-Nya yang besar! :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.