Mengenal TUHAN

Posted 2 February 2010 by yesuaiwo
Categories: Renungan

Saat teduh saya beberapa hari terakhir adalah tentang tulah-tulah yang TUHAN kirimkan ke Mesir.

Adalah aneh sebetulnya kalau dipikir bahwa TUHAN harus mengeluarkan orang Israel dengan cara serumit itu. Dia bisa memilih cara-cara lain yang lebih efektif dan efisien. Tapi TUHAN memilih untuk melakukannya dengan satu tujuan yang Dia sebutkan berulang-ulang, yaitu supaya Firaun dan bangsa Mesir tahu bahwa Dia adalah TUHAN. Yaitu, supaya bangsa Mesir mengenal Dia. Kita tahu bahwa pada akhirnya memang Firaun mengakui kekuasaan TUHAN dan membebaskan bangsa Israel untuk pergi.

Tapi saya juga sangat tertarik dengan apa yang Musa pelajari melaluinya. Musa sendiri waktu dipanggil Tuhan sudah langsung enggan. Bagaimana tidak? Setelah “terbuang” jadi gembala, terus disuruh balik ke Mesir, menghadap Firaun seperti itu. Belum lagi terus TUHAN sudah bilang bahwa hati Firaun akan dikeraskan terlebih dahulu.Terus setelah Musa menghadap Firaun untuk pertama kalinya, dia malah dimusuhi bangsa Israel. Karena beban kerja mereka jadi makin berat setelah Musa datang itu. Betapa terjepitnya Musa! Dan ini terjadi berkali-kali, sebab Firaun terus mengeraskan hatinya.

Tapi sepertinya justru dari pengalaman itu, Musa jadi lebih mengenal TUHAN juga. Dia lihat dan alami langsung mujizat-mujizat TUHAN. Kekuasaan-Nya yang mengatasi segala dewa dan sihir Mesir. Di situ saya rasa iman Musa menjadi makin mantap, sehingga ketika akhirnya ia memimpin Israel di perjalanan, tidak pernah tercatat Musa ragu akan TUHAN (meski dia tercatat sempat berdosa 1x dan membuat dia dilarang masuk Kanaan).

Dari situ, kita bisa lihat betapa pengenalan manusia akan TUHAN ini sepertinya adalah sesuatu yang sangat berharga buat Tuhan sendiri. Sehingga Dia rela repot-repot melakukan banyak hal untuk itu. Paulus juga mengimani ini, sehingga ia pernah berkata bahwa pengenalan akan Kristus membuat segala yang lain tampak seperti sampah.

Tapi mengenal Dia tidak mudah, tidak bisa hanya dengan membaca teori-teori yang ada. Harus dialami sendiri, seperti yang terjadi pada Firaun dan Musa. Dan Tuhan memakai segala hal dalam hidup ini untuk tujuan yang satu itu (Roma 8:28-29). Karena itu, mungkin perspektif yang tepat dalam menjalani hidup ini adalah demikian. Yaitu melihat, apa yang sedang Tuhan ingin perkenalkan lebih dalam kepada kita melalui apa yang kita alami. Bagaimana kita menjadi lebih mengenal Dia melalui peristiwa tersebut.

Beberapa hikmah dari hal2 yang terjadi beberapa hari terakhir

Posted 14 January 2010 by yesuaiwo
Categories: Petikan pikiran

1. Pengenalan akan Dia adalah upah yang paling berharga yang bisa diterima oleh mereka yang mengasihi-Nya. Meski kita seringkali mengharapkan upah yang lain, tapi itulah yang paling berharga di mata Tuhan.

2. Tuhan itu amazingly creative! Banyak hal yang tidak terpikirkan sama kita, Dia kerjakan.

3. Manusia (saya) sangat ingin mengontrol segala hal. Ketika sesuatu berjalan di luar kontrol atau rencana saya, saya kecewa. Padahal sebetulnya kan yang mengontrol segala hal adalah Tuhan, dan Dia sangat bisa dipercaya. Kalau gitu, ketika sesuatu berjalan di luar kontrol saya, tetap aja gpp harusnya. Karena sebetulnya tetap berjalan di kontrol Dia yang sangat bisa dipercaya.

4. Manusia (saya) banyak maunya. Susah sekali dipuaskan -_-”

5. Jagalah hatimu, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Trust and Obey indeed

Posted 11 January 2010 by yesuaiwo
Categories: Petikan pikiran

Tuhan, Engkau suruh aku percaya dan taat.

Bahkan ketika segalanya tampak gelap.

Dan Engkau sungguh nyatakan bahwa Engkau layak dipercaya.

Sebab habis gelap, terbitlah terang.

Dan Engkaulah Terang sejati itu.

Terpujilah Engkau ya, Tuhan.

Ampunilah saya yang kurang iman ini …

Doa seorang yang putus asa

Posted 10 January 2010 by yesuaiwo
Categories: Petikan pikiran

Ketika menangispun mata tak mampu

Apa lagi yang harus ku lakukan?

Ketika ketinggian tampak menarik

Luka menganga menjadi terbayang

Aku tahu Dia di sana

To trust and obey Him is my calling

But … how?

Saya cuma manusia

Yang punya perasaan

Dan hati yang lemah

Tuhan … have mercy on me …

Jangan tekan aku melebih batas kekuatanku …

Buktikanlah janjimu yang tidak akan mencobai aku melebihi batas kekuatanku, dan ketika aku dicobai pun Kau akan memberi jalan keluar

Tuhan, tolonglah … :(

St. Andrew’s

Posted 13 December 2009 by yesuaiwo
Categories: Petikan pikiran

Tadi saya kebaktian di St. Andrew’s Cathedral. Ikut yang kebaktian Inggris jam 11.15.

Saya datang agak kecepetan, jam 11an gitu. Yang kebaktian Mandarin belum kelar jadi sempet dengerin mereka nyanyi. Lagu terakhirnya adalah lagu NKB 133 (Syukur PadaMu ya Allah) dalam bahasa Mandarin. Lagu yang sangat dekat di hati saya dan keluarga saya, tapi dinanyikan oleh orang lain dalam bahasa lain. Langsung saya terharu … saya adalah anggota sebuah keluarga yang luar biasa besar, melampaui batas-batas tempat dan bahasa T_T

Dalam kebaktian itu saya duduk di sebelah sepasang turis bule. Orang Brisbane yang lagi liburan di Singapura untuk 1 minggu. They looked so sweet. Istrinya sempat godain suaminya, tanya apa ini hadiah Natal. Suaminya jawab bahwa iya, itu hadiah Natal, dan duitnya abis untuk ini. Haha, so sweet!

Beberapa kali sepanjang kebaktian ini, saya terharu. Entah pengaruh ruangan yang memang sangat indah, atau cara menyanyikan musiknya, atau emang hati saya sedang haus sentuhan Tuhan … yang pasti saya terharu mungkin sekitar 3-4x.

Yang pertama, tadi yang saya ceritain di atas.

Berikutnya, waktu terima komuni. Saya merasakan benar2 kalimat Yesus, “jadikanlah ini sebagai peringatan akan Aku” dan betapa saya menantikan pemenuhannya dalam perjamuan kawin Anak Domba di akhir jaman nanti. Betapa saya bersyukur bisa mengambil bagian dalam komuni ini. Dulu pertama kali ke St. Andrew’s, ga ikut ambil jadi baru bisa rasain sekarang.

Terus berikutnya, sebelum komuni mulai, pendetanya sempet jelasin cara ambil komuninya (makanya saya kali ini lebih PD untuk ambil sih). Dia jg undang orang-orang yang belum bole (karena belum dibaptis) yang ingin didoakan untuk maju ke altar jg, tapi dengan tangan tertutup (seperti orang berdoa). Nah, saya liat seorang perempuan yang ikut antri dan tanya ama orang di depannya posisi tangan tertutup itu seperti apa. Terus orang di depannya ngajarin. Cewe itu keliatan excited banget … sangat mengharukan … T_T

Terus waktu nyanyi lagu himne penutup sekaligus prosesi keluar para pelayan. Lagunya tentang keyakinan pada janji-janji Tuhan. Lagu itu sangat menyentuh hati saya. Terus liat arak-arakan pendeta keluar bawa tiang salib, diikuti para anggota choir, sambil semua nyanyi lagu itu … bener-bener bikin saya ga lagi bisa nyanyi. Hanya terharu … T_T

Terakhir, saya berdoa cukup lama, bersyukur atas pengalaman kebaktian yang indah ini. Tuhan sentuh roh dan jiwa saya rasanya tadi siang. Waktu melek, ternyata orang bule di sebelah saya masih di situ. Dia bilang, “God bless your dissertation” … wow! T_T kembali terharu T_T

Dan waktu liat jam, ternyata udah jam 13.15! Kebaktiannya berlangsung selama 2 jam! Tapi ga terasa, sangat indah …

Terima kasih, Tuhan!

Random thoughts (12 Des 2009)

Posted 12 December 2009 by yesuaiwo
Categories: Apa Aja

- Kehadiran kita di sebuah pesta pernikahan sungguh-sungguh berharga untuk mempelai. (Kayanya) bahkan lebih penting daripada angpao kita!

- I love slipper lobsters! :D

- Amos (anaknya Zonny dan Alice) cakep banget! So sweet pula … gimana caranya dapat anak kaya gitu ya? -_-”

- Kevin (anaknya Handy dan Lie Mei) lucu banget, kaya boneka. Mau digendong sapa aja gitu, haha.

- Banyak orang yang mendukung dengan kalimat, tapi dukungan dengan tenaga jauh lebih berharga (salut Ko atas dedikasi lo!)

- Kobe Bryant jari kanannya yang benar tinggal 2 sekarang (jempol dan telunjuk), luar biasa …….. -_-”

Menyikapi Transmigrasi

Posted 4 December 2009 by yesuaiwo
Categories: Petikan pikiran

Saya beberapa kali dengar tentang kegiatan transmigrasi di Indonesia yang katanya adalah usaha “penggantian agama” di kantong2 Kristen.

Saya akui saya memang kurang bisa berempati dan bersimpati sama saudara2 seiman itu karena tidak benar2 mengerti keadaan dan perasaan mereka sih. Jadi tidak punya hak untuk berkomentar. Tapi terpikir saja, bukankah itu sebetulnya adalah suatu kesempatan emas untuk bisa membagikan Injil kepada mereka yang belum percaya? Jadinya tidak usah mengutus misionaris, malah Tuhan mengirim orang2 yang belum percaya datang kepada kita.

22 November 2009

Posted 22 November 2009 by yesuaiwo
Categories: Apa Aja

Tadi ke Grace Baptist Church. Kotbahnya mantap, tapi somehow puji2annya terasa spiritless.

Abis itu iseng naik bus semi-asal-ambil yang ternyata ke arah Bugis. Akhirnya turun di dekat Sim Lim Tower dan makan di resto India dekat situ. Baru tahu kalau di daerah situ tiap hari Minggu ada pasar tumpah. Sungai di dekat situ juga banyak ikannya. Very interesting!

Abis itu muter2 bentar di Sim Lim Square. Terus jalan2 di sekitar Bugis situ. Baru tahu kalau ada klenteng dan Kuil India di situ. Menarik bahwa yang sembahyang di kuil Indianya juga Cina. Semua dewa disembah aja, biar aman mungkin ya :)

Di situ juga ada 1 toko yang jual patung2 dan altar Cina. Ada segala dewa Cina dan ada pula patung Sidharta. Terus jadi kepikir, gimana caranya jadi orang Kristen yang memelihara budaya dan tradisi Cina ya?

Di situ juga ada banyak tukang ramal, menarik banget! Ga pernah tahu ada itu semua di Bugis.

Dari situ terus jalan ke National Library, terus ke Suntec. Ke Carrefour, tadinya mau coba cari daun singkong, tapi ga ketemu. Jadi terus ambil 171 dari depan esplanade, ganti 190 di depan GPO. Turun di Bukit Panjang, ke Shengsiong. Ternyata ga ada daun singkong juga di sana :(

Akhirnya beli tomat dan semangka aja deh. Terus sampai rumah, masak ayam penyet. Ayam penyet terenak yang pernah saya makan! :)

Berikut resepnya:

*Bahan ayam: ayam, ketumbar, bawang putih, garam, kunyit, daun salam

*Bahan sambal: cabe merah, tomat, bawang merah, terasi, garam, gula

*Cara masak:

- Rebus ayam dengan daun salam supaya dagingnya pasti matang sempurna

- Tumbuk ketumbar, bawang putih, kunyit dan garam sampai halus

- Penyet ayam yang sudah direbus sampai dagingnya agak terbuka

- Lumuri ayam dengan bumbu, usahakan agar bumbunya bisa terselip di bagian daging yang terbuka

- Goreng ayam plus daun salam dengan api kecil sampai kering

- Pakai sisa minyak untuk menggoreng bawang merah untuk sambal

- Setelah bawang terlihat lemas, masukkan cabe dan terasi

- Kemudian masukkan tomat, garam dan gula.

- Disantap dengan nasi hangat, hasilnya maknyus! :)

Grace (2)

Posted 20 October 2009 by yesuaiwo
Categories: Renungan

Tadi pagi saya merenungkan soal kasih karunia (grace), masih karena saya membaca 2 Korintus. Saya jadi sadar betapa terlingkunpinya saya di dalam kasih karunia dan betapa saya tergantung kepadanya. Betapa segala sesuatunya adalah kasih karunia.

Kasih karunialah yang membuat kita bisa hidup secara fisik, selamat dari segala celaka dan penyakit, tercukupi segala kebutuhan dasar.

Kasih karunialah yang membuat hidup kita jadi berarti. Secara spesifik, karena kasih karunia Allah dalam diri Yesus, membuat hidup kita ini berpengharapan. Tanpa kasih karunia itu, sia-sialah hidup ini.

Kasih karunialah yang menjadi pola utama kita seharusnya menjalani hidup ini. Hidup ini seharusnya memancarkan betapa besarnya kasih karunia Allah bagi kita. Hidup ini juga seharusnya menjadi saluran kasih karunia Allah bagi orang lain. Hidup ini seharusnya menjadi petunjuk bagi orang lain untuk melihat akan signifikansi kasih karunia Allah.

Saya tadi pagi juga coba maknai Doa Bapa Kami dari perspektif kasih karunia seperti ini:

Bapa kami yang di sorga yang penuh dengan kasih karunia-Mu,

Dikuduskanlah nama-Mu yang adalah sumber dari segala kasih karunia,

Datanglah kerajaan-Mu, tempat dimana kasih karunia bertahta,

Jadilah kehendak-Mu yang penuh kasih karunia itu,

Di bumi yang kekurangan kasih karunia,

Seperti di sorga yang berlimpah kasih karunia.

Berikanlah kami pada hari ini, menurut kasih karunia-Mu, makanan kami yang secukupnya,

Dan ampunilah kami, menurut kasih karunia-Mu yang besar, akan kesalahan kami,

Seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, sebab kamipun harus meneladani kasih karunia-Mu.

Dan, dalam kasih karunia-Mu yang besar, janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,

Tetapi bebaskanlah kami, dengan kasih karunia-Mu, dari yang jahat.

Sebab Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.

Amin.

Grace

Posted 18 October 2009 by yesuaiwo
Categories: Petikan pikiran

Dari Minggu lalu saya udah ngerasa kalau saya butuh a break dari GPBB. Jadi udah berencana untuk hari ini ke gereja lain. Tapi belum tau ke gereja apa. Terpikir untuk ke gereja2 yang sangat tradisional seperti Katolik (St. Mary of the Angels) atau Anglikan (St. Andrew). Kemarin juga sudah sempat lihat2 website 2 gereja tersebut, tapi masih ga yakin mau ke yang mana. Sempat juga terpikir untuk ke gereja yang saya belum pernah seperti Baptist, Assembly of God. Tapi lebih kepingin ke gereja yang meditatif dulu.

Kebetulan tadi pagi baca 2 Korintus 4-5. Satu kata yang terngiang di kepala saya adalah “grace” atau “kasih karunia”. Dan dari situ saya kepikiran soal gereja Assembly of God di dekat rumah, namanya “Grace”. Segera saya cek jadwal kebaktiannya dan ternyata ada yang jam 11.15. Maka saya putuskan untuk ke situ saja, karena hati saya sepertinya mengarahkan saya untuk ke situ.

Yang agak aneh, ga tau ada hubungannya apa ga, pas jam 10.45 saya mau mandi, tiba2 ngelihat bahwa ada pipa yang bocor di kamar mandi. Jadi saya harus ngurusin ini dulu dan baru bisa jalan dari rumah jam 11.14. Serba buru-buru dan kepanasan waktu sampai di sana.

Tapi baru sekitar 1 menit di dalam, saya sudah merasakan emosi saya tergerak. Saya langsung terharu dengan atmosfir di sana, lihat bagaimana orang2 sangat menikmati memuji Tuhan. Ini meski saya masih kepanasan dan kepikiran soal tugas pelayanan di GPBB. Jadi masih harus kirim2 SMS dulu sementara jemaat lain menyanyi. Anyway, terus SMSannya kelar dan saya biarkan diri saya masuk sepenuhnya dalam kebaktian tersebut. Saya biarkan tubuh saya ikut apa yang hati saya mau, angkat tangan, menangis, dsb.

Sudah lama saya tidak terlibat dalam suatu penyembahan seperti itu. Jiwa dan emosi saya terasa disegarkan. Saya sungguh bersyukur dibawa Tuhan ke situ. His Grace is indeed amazing!