22 November 2009

Posted 22 November 2009 by yesuaiwo
Categories: Apa Aja

Tadi ke Grace Baptist Church. Kotbahnya mantap, tapi somehow puji2annya terasa spiritless.

Abis itu iseng naik bus semi-asal-ambil yang ternyata ke arah Bugis. Akhirnya turun di dekat Sim Lim Tower dan makan di resto India dekat situ. Baru tahu kalau di daerah situ tiap hari Minggu ada pasar tumpah. Sungai di dekat situ juga banyak ikannya. Very interesting!

Abis itu muter2 bentar di Sim Lim Square. Terus jalan2 di sekitar Bugis situ. Baru tahu kalau ada klenteng dan Kuil India di situ. Menarik bahwa yang sembahyang di kuil Indianya juga Cina. Semua dewa disembah aja, biar aman mungkin ya :)

Di situ juga ada 1 toko yang jual patung2 dan altar Cina. Ada segala dewa Cina dan ada pula patung Sidharta. Terus jadi kepikir, gimana caranya jadi orang Kristen yang memelihara budaya dan tradisi Cina ya?

Di situ juga ada banyak tukang ramal, menarik banget! Ga pernah tahu ada itu semua di Bugis.

Dari situ terus jalan ke National Library, terus ke Suntec. Ke Carrefour, tadinya mau coba cari daun singkong, tapi ga ketemu. Jadi terus ambil 171 dari depan esplanade, ganti 190 di depan GPO. Turun di Bukit Panjang, ke Shengsiong. Ternyata ga ada daun singkong juga di sana :(

Akhirnya beli tomat dan semangka aja deh. Terus sampai rumah, masak ayam penyet. Ayam penyet terenak yang pernah saya makan! :)

Berikut resepnya:

*Bahan ayam: ayam, ketumbar, bawang putih, garam, kunyit, daun salam

*Bahan sambal: cabe merah, tomat, bawang merah, terasi, garam, gula

*Cara masak:

- Rebus ayam dengan daun salam supaya dagingnya pasti matang sempurna

- Tumbuk ketumbar, bawang putih, kunyit dan garam sampai halus

- Penyet ayam yang sudah direbus sampai dagingnya agak terbuka

- Lumuri ayam dengan bumbu, usahakan agar bumbunya bisa terselip di bagian daging yang terbuka

- Goreng ayam plus daun salam dengan api kecil sampai kering

- Pakai sisa minyak untuk menggoreng bawang merah untuk sambal

- Setelah bawang terlihat lemas, masukkan cabe dan terasi

- Kemudian masukkan tomat, garam dan gula.

- Disantap dengan nasi hangat, hasilnya maknyus! :)

Grace (2)

Posted 20 October 2009 by yesuaiwo
Categories: Renungan

Tadi pagi saya merenungkan soal kasih karunia (grace), masih karena saya membaca 2 Korintus. Saya jadi sadar betapa terlingkunpinya saya di dalam kasih karunia dan betapa saya tergantung kepadanya. Betapa segala sesuatunya adalah kasih karunia.

Kasih karunialah yang membuat kita bisa hidup secara fisik, selamat dari segala celaka dan penyakit, tercukupi segala kebutuhan dasar.

Kasih karunialah yang membuat hidup kita jadi berarti. Secara spesifik, karena kasih karunia Allah dalam diri Yesus, membuat hidup kita ini berpengharapan. Tanpa kasih karunia itu, sia-sialah hidup ini.

Kasih karunialah yang menjadi pola utama kita seharusnya menjalani hidup ini. Hidup ini seharusnya memancarkan betapa besarnya kasih karunia Allah bagi kita. Hidup ini juga seharusnya menjadi saluran kasih karunia Allah bagi orang lain. Hidup ini seharusnya menjadi petunjuk bagi orang lain untuk melihat akan signifikansi kasih karunia Allah.

Saya tadi pagi juga coba maknai Doa Bapa Kami dari perspektif kasih karunia seperti ini:

Bapa kami yang di sorga yang penuh dengan kasih karunia-Mu,

Dikuduskanlah nama-Mu yang adalah sumber dari segala kasih karunia,

Datanglah kerajaan-Mu, tempat dimana kasih karunia bertahta,

Jadilah kehendak-Mu yang penuh kasih karunia itu,

Di bumi yang kekurangan kasih karunia,

Seperti di sorga yang berlimpah kasih karunia.

Berikanlah kami pada hari ini, menurut kasih karunia-Mu, makanan kami yang secukupnya,

Dan ampunilah kami, menurut kasih karunia-Mu yang besar, akan kesalahan kami,

Seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, sebab kamipun harus meneladani kasih karunia-Mu.

Dan, dalam kasih karunia-Mu yang besar, janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,

Tetapi bebaskanlah kami, dengan kasih karunia-Mu, dari yang jahat.

Sebab Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.

Amin.

Grace

Posted 18 October 2009 by yesuaiwo
Categories: Petikan pikiran

Dari Minggu lalu saya udah ngerasa kalau saya butuh a break dari GPBB. Jadi udah berencana untuk hari ini ke gereja lain. Tapi belum tau ke gereja apa. Terpikir untuk ke gereja2 yang sangat tradisional seperti Katolik (St. Mary of the Angels) atau Anglikan (St. Andrew). Kemarin juga sudah sempat lihat2 website 2 gereja tersebut, tapi masih ga yakin mau ke yang mana. Sempat juga terpikir untuk ke gereja yang saya belum pernah seperti Baptist, Assembly of God. Tapi lebih kepingin ke gereja yang meditatif dulu.

Kebetulan tadi pagi baca 2 Korintus 4-5. Satu kata yang terngiang di kepala saya adalah “grace” atau “kasih karunia”. Dan dari situ saya kepikiran soal gereja Assembly of God di dekat rumah, namanya “Grace”. Segera saya cek jadwal kebaktiannya dan ternyata ada yang jam 11.15. Maka saya putuskan untuk ke situ saja, karena hati saya sepertinya mengarahkan saya untuk ke situ.

Yang agak aneh, ga tau ada hubungannya apa ga, pas jam 10.45 saya mau mandi, tiba2 ngelihat bahwa ada pipa yang bocor di kamar mandi. Jadi saya harus ngurusin ini dulu dan baru bisa jalan dari rumah jam 11.14. Serba buru-buru dan kepanasan waktu sampai di sana.

Tapi baru sekitar 1 menit di dalam, saya sudah merasakan emosi saya tergerak. Saya langsung terharu dengan atmosfir di sana, lihat bagaimana orang2 sangat menikmati memuji Tuhan. Ini meski saya masih kepanasan dan kepikiran soal tugas pelayanan di GPBB. Jadi masih harus kirim2 SMS dulu sementara jemaat lain menyanyi. Anyway, terus SMSannya kelar dan saya biarkan diri saya masuk sepenuhnya dalam kebaktian tersebut. Saya biarkan tubuh saya ikut apa yang hati saya mau, angkat tangan, menangis, dsb.

Sudah lama saya tidak terlibat dalam suatu penyembahan seperti itu. Jiwa dan emosi saya terasa disegarkan. Saya sungguh bersyukur dibawa Tuhan ke situ. His Grace is indeed amazing!

Beberapa berita menarik

Posted 11 October 2009 by yesuaiwo
Categories: Apa Aja

Kekristenan vs Sekte

Posted 29 September 2009 by yesuaiwo
Categories: Petikan pikiran

Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah acara dokumenter di televisi tentang sekte-sekte terkenal di dunia. Yang menarik, di situ sempat disebut bahwa beberapa agama besar dunia, termasuk Kekristenan, juga dulunya dimulai sebagai sebuah sekte.

Kalau dipikir-pikir, pernyataan ini ada benarnya. Sebab pada jaman Gereja mula-mula, orang-orang Kristen memang dikenal sebagai pengikut sekte sesat Yahudi (Kisah 9:1-2). Ciri-ciri kelompoknya sendiri memang mirip dengan sekte-sekte yang pernah ada. Seorang pemimpin yang karismatik dan dipuja, pengikut yang loyal dan cara hidup yang menentang arus.

Tapi ada setidaknya tiga hal penting yang menurut saya membedakan Kekristenan dengan sekte-sekte. Yang pertama, semua sekte yang ada selalu dimanipulasi untuk menjadi alat pemuasan kebutuhan pribadi sang pemimpin. Baik itu kebutuhan akan harta, tahta ataupun seks. Yesus tidak demikian. Yesus tidak mendapatkan apa-apa dari murid-murid-Nya. Tidak harta, tidak tahta, apalagi seks. Sebaliknya, Yesus memberikan segalanya bagi para murid, termasuk nyawa-Nya.

Yang kedua, meski para pemimpin sekte-sekte sering mengklaim diri sebagai tuhan, mereka hanyalah manusia biasa. Mereka tidak bisa membuat mujizat, nubuatan mereka tidak terjadi dan hidup mereka tidak mencerminkan sosok Tuhan. Yesus berbeda. Dia membuat mujizat-mujizat yang luar biasa seperti memerintah angin (Markus 4:35-41) dan membangkitkan orang mati (Markus 5:35-42). Nubuatan-nubuatan-Nya juga terjadi, tentang Gereja (Matius 16:18), tentang Yerusalem (Matius 23:37-24:2), dsb. Hidup-Nya mencerminkan sosok Tuhan itu sendiri, karena Dia memang Tuhan (Yohanes 1:1, 14, 5:18) dan ketika orang melihat Dia, orang melihat Tuhan (Matius 14:33).

Yang ketiga, sekte-sekte “kalah” oleh tindakan aparat. Ketika pemimpin mereka dipenjara atau mati, maka berakhir pulalah kegiatan mereka. Tapi Yesus tidak kalah, baik oleh aparat maupun oleh maut! Yesus justru mengalahkan maut dengan bangkit dari kematian (1 Korintus 15:1-19). Kebangkitan-Nya ini (ditambah dengan kuasa Roh Kudus) yang kemudian menjadi landasan murid-murid-Nya untuk meneruskan kegiatan pelayanan Yesus. Sehingga kini, sekitar 2000 tahun kemudian, kita masih terus melihat pergerakannya, menjadi bagian di dalamnya untuk terus melanjutkannya.

Left Behind

Posted 27 September 2009 by yesuaiwo
Categories: Apa Aja

Akhirnya kelar nonton 3 seri film Left Behind. Secara sinematografi cukup buruk, alurnya juga ga halus. Tapi film ini somehow membuat saya merasa down. Membuat saya menantikan dan mengharapkan Yesus benar2 segera datang kembali dan memulihkan ciptaan ini. Kemanusiaan (baca: saya) sudah lelah dan frustrasi dengan segala problema dunia yang tiada kunjung habis. Satu masalah selesai, masalah baru yang lebih rumit muncul. Tahun 1980an orang-orang ribut dengan masalah perang dingin antara Soviet dan Amrik. Ga lama setelah itu pusing dengan masalah lubang ozon. Dua hal itu sekarang sudah kelar, sekarang pusing dengan masalah terorisme dan global warming. Haiz … >.<

22 September 2009

Posted 22 September 2009 by yesuaiwo
Categories: Petikan pikiran

Keluarga adalah tempat kita bisa menjadi diri kita tanpa harus takut kehilangan kasih. Itulah sebabnya keluarga adalah sesuatu yang sangat berharga dan indah. Sebab siapapun rindu untuk memiliki “kasih yang stabil” tersebut.

Kasih yang stabil tersebut sebetulnya sudah ada dari Tuhan, seperti yang disadari oleh Henry Nouwen melalui lukisan The Return of the Prodigal Son karya Rembrandt. Tapi mungkin memang keluarga diberikan Tuhan sebagai bayangan dari kasih yang ilahi tersebut.

Perubahan adalah sesuatu yang pasti akan terjadi. Percuma mengingkarinya, lebih baik kita menyesuaikan diri dan memanfaatkannya.

Nikmatilah apa yang kita miliki saat ini, sebab apa yang sedang terjadi tidak akan terulang lagi …

Cukup itu Indah

Posted 13 September 2009 by yesuaiwo
Categories: Renungan

Kotbah di GPBB hari ini bertemakan Cukup itu Indah, dibawakan oleh Pdt. Rufus Waney. Beliau membawakan dengan lugas dan menarik. Enak untuk disimak dan direnungkan.

Temanya sendiri menegur saya, terutama ketika ia membahas mengenai cinta diri sendiri. Betapa sering ego saya bermain dan saya mengarahkan segala sesuatu kepada AKU, bukan TUHAN atau orang lain.

Terus somehow, jadi inget cerita di film Aladdin 2 kalau ga salah. Tentang Jafar yang minta ke si Jin untuk jadi penyihir terhebat, tapi karena serakah, tidak puas dan minta untuk jadi jin. Tapi karena dia jadi jin, bisa diperangkap di dalam lampu ajaib.

Ketidak-puasan memang akan membawa kepada kehancuran sepertinya. Sementara rasa cukup membuahkan kebahagiaan.

In Memoriam: Gustav Lorentzen

Posted 10 September 2009 by yesuaiwo
Categories: Apa Aja

Profesor Gustav Lorentzen

Profesor Gustav Lorentzen

Saya tidak pernah kenal Prof Gustav Lorentzen secara pribadi. Tapi proyek PhD yang saya kerjakan sangat dipengaruhi oleh keyakinannya bahwa sistem refrigeration harus direvolusi dengan memakai bahan-bahan yang alami seperti amonia dan CO2, bukan freon atau bahan sintetik lainnya. Dia sendiri juga orang yang cukup antipati dengan jeratan perusahaan-perusahaan raksasa yang seringkali menciptakan monopoli dan membodohi masyarakat demi keuntungan semata.

Terus kebetulan tadi siang habis selesai baca salah satu paper dia dan di akhir paper itu ada bagian postscript yang sangat menyentuh. Demikian isinya:
“Since the preparation of my paper for the IIR meeting in Padova last fall, painful things have happened. My dear wife for 53 years died; my health has deterioted dramatically. In all likelihood this will be the last international publication from my hand. In my several hundred papers in the international refrigeration press over a period of a good half century, I have tried to the best of my ability to break a little new ground; to contribute a little to the development of our trade. I may have irritated some, but have been met with indifference by most. To the few who have honoured me by comments, criticism and enocuragement, I feel genuinely grateful. Thank you and farewell.”

Paper ini diterbitkan dalam International Journal of Refrigeration pada bulan Maret 1995. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 7 Agustus 1995, beliau meninggal. Kita tahu bahwa di tahun-tahun itu, idenya masih belum diterima luas. Tapi di tahun 2009 ini, sistem pendingin dan pemanas dengan CO2 sudah banyak dipakai di Eropa dan Jepang. Banyak peneliti, termasuk saya, yang sekarang bekerja seputar ini. Jadi, usaha Anda tidak sia-sia, Prof. Lorentzen!

Kalau melihat perkembangannya, memang mungkin masih diperlukan beberapa dekade lagi sampai kita bisa mengganti sistem refrigeration yang berbasis R22, R134a atau refrigerant sintetik lain. Belum lagi kalau perusahaan-perusahaan raksasa tersebut dengan gencar meneruskan strategi marketing mereka (kalau tertarik, coba saja masukkan keyword “R1234yf” ke Google, itu refrigerant sintetik terbaru dan dibilang lebih ramah lingkungan dibandingkan CO2!!!! Gila ga tuh?!).

Tapi semoga dedikasi Anda akan terus menginspirasi kami untuk berusaha sebaik mungkin dan tidak menyerah meski banyak halangan menghadang, seperti Anda.

Dokter Gigi

Posted 2 September 2009 by yesuaiwo
Categories: Apa Aja

Barusan tadi ke dokter gigi di NTU.

Tambal 1 gigi dan bersihin … $100 :|

Gila, mahal abis …

Jadi inget dulu Indah (teman SMA) pernah marah2 ama Mira (teman SMA juga) yang nyokapnya adalah dokter gigi.

Huhu.