Tadi ke Grace Baptist Church. Kotbahnya mantap, tapi somehow puji2annya terasa spiritless.
Abis itu iseng naik bus semi-asal-ambil yang ternyata ke arah Bugis. Akhirnya turun di dekat Sim Lim Tower dan makan di resto India dekat situ. Baru tahu kalau di daerah situ tiap hari Minggu ada pasar tumpah. Sungai di dekat situ juga banyak ikannya. Very interesting!
Abis itu muter2 bentar di Sim Lim Square. Terus jalan2 di sekitar Bugis situ. Baru tahu kalau ada klenteng dan Kuil India di situ. Menarik bahwa yang sembahyang di kuil Indianya juga Cina. Semua dewa disembah aja, biar aman mungkin ya
Di situ juga ada 1 toko yang jual patung2 dan altar Cina. Ada segala dewa Cina dan ada pula patung Sidharta. Terus jadi kepikir, gimana caranya jadi orang Kristen yang memelihara budaya dan tradisi Cina ya?
Di situ juga ada banyak tukang ramal, menarik banget! Ga pernah tahu ada itu semua di Bugis.
Dari situ terus jalan ke National Library, terus ke Suntec. Ke Carrefour, tadinya mau coba cari daun singkong, tapi ga ketemu. Jadi terus ambil 171 dari depan esplanade, ganti 190 di depan GPO. Turun di Bukit Panjang, ke Shengsiong. Ternyata ga ada daun singkong juga di sana
Akhirnya beli tomat dan semangka aja deh. Terus sampai rumah, masak ayam penyet. Ayam penyet terenak yang pernah saya makan!
Berikut resepnya:
*Bahan ayam: ayam, ketumbar, bawang putih, garam, kunyit, daun salam
*Bahan sambal: cabe merah, tomat, bawang merah, terasi, garam, gula
*Cara masak:
- Rebus ayam dengan daun salam supaya dagingnya pasti matang sempurna
- Tumbuk ketumbar, bawang putih, kunyit dan garam sampai halus
- Penyet ayam yang sudah direbus sampai dagingnya agak terbuka
- Lumuri ayam dengan bumbu, usahakan agar bumbunya bisa terselip di bagian daging yang terbuka
- Goreng ayam plus daun salam dengan api kecil sampai kering
- Pakai sisa minyak untuk menggoreng bawang merah untuk sambal
- Setelah bawang terlihat lemas, masukkan cabe dan terasi
- Kemudian masukkan tomat, garam dan gula.
- Disantap dengan nasi hangat, hasilnya maknyus!
